e-Learning: Peranan dalam Globalisasi [2]

Globalisasi telah melanda negara-negara di Asia, tidak hanya negara-negara maju seperti Korea Selatan atau Jepang saja. Akan tetapi, negara-negara berkembang lainnya, turut pula merasakan dampak dari globalisasi ini. Khususnya, yang menjadi sorotan kita adalah Indonesia, negara kita yang tercinta ini.

Di era globalisasi ini, yang menjadi sorotan adalah persaingan yang semakin kompetitif terutama dibidang industri dan perdagangan. Dikatakan demikian, bila ditinjau dari sudut pandang pekerja pada kedua sektor utama tersebut, maka diketahui kalau persaingan tersebut tidak hanya melibatkan para pekerja lokal saja, akan tetapi juga para pekerja asing dari mancanegara.

Yang menjadi polemik adalah seberapa siapkah para pekerja lokal bersaing dengan para pekerja asing, sementara persaingan di dalam negeri saja sudah begitu ketat. Dilain pihak, dengan memperhatikan kualitas para pekerja lokal yang sebagian besar boleh dikatakan masih rendah, terutama para pekerja yang baru lulus dari pendidikan formal maupun informal yang masih belum memiliki pengalaman yang memadai di bidang yang digelutinya, maka, rasa pesimis tak dapat dihindarkan lagi.

Tentu saja, permasalahan tersebut bisa diatasi dengan efektif bila dalam usaha untuk meningkatkan kualitas para pekerja lokal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah sedemikian maju ini. Salah satu produk dari perkembangan tersebut adalah pembelajaran dengan memanfaatkan sarana dan prasarana elektronis seperti komputer. Motode pembelajaran demikian dikenal dengan istilah e-Learning.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, penerapan e-Learning merupakan suatu strategi yang efektif untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita dengan bangsa lainnya yang sudah selangkah lebih maju dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), terutama teknologi informasi, seperti Malaysia. Sebagai solusi, e-Learning memiliki keunggulan berupa biaya pengembangan yang lebih murah, lebih baik, serta lebih cepat.

Dikatakan lebih murah karena, metode pembelajaran secara e-Learning tidak mengharuskan peserta kegiatan belajar mengajar menghadiri suatu ruang tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai ruang pertemuan dan ruang tempat proses belajar mengajar terjadi. Selain itu, dengan metode e-Learning, tidak diperlukan keberadaan ataupun penyediaan seorang tutor.

Dikatakan lebih baik karena, metode pembelajaran secara e-Learning tidak menetapkan seorang peserta sebagai bagian dari seluruh peserta lainnya mengikuti cara belajar teman-teman lainnya. Artinya, kecepatan belajar ditentukan oleh diri sendiri bukan oleh kemampuan yang diseragamkan dalam kelas. Hal ini, jelas sekali membuat mereka yang memiliki intelegensia tinggi dapat mempelajari subjek masalah yang ingin dipelajari secara lebih mendalam dan dapat lebih banyak lagi mendapatkan informasi yang menarik.

Dikatakan lebih cepat karena, metode pembelajaran secara e-Learning memberi kebebasan kepada pesertanya untuk tidak menghadiri ruang kelas apabila mereka ingin mendapatkan jawaban atas permasalahan mengenai suatu bidang yang saat ini digelutinya atau dipelajarinya, asalkan peserta tersebut memiliki hak akses perangkat teknologi informasi (misalnya komputer), dengan cepat ia akan segera mendapatkan informasi yang dicarinya, bahkan tanpa disadiri ia mungkin akan mendapatkan informasi jauh melebihi dari apa yang ia cari. Ini sangat berbeda sekali dengan metode pembelajaran konvensional, dimana apabila ada suatu masalah yang memerlukan jawaban, biasanya solusi dari masalah tersebut dijabarkan hanya di ruang kelas saja, umumnya dilakukan oleh staf pengajar.

Era globalisasi mendeskripsikan kata “cepat” dan “kompetitif” sebagai ciri khas yang utama dalam era ini. Mengapa demikian? Karena setiap orang atau organisasi yang ingin memenangkan suatu persaingan yang sedemikian kompetitif, harus mengambil langkah-langkah yang positif secara cepat. Apabila kita bergerak lambat, sementara para pesaing kita bergerak sedemikian cepatnya, maka sudah dipastikan kemenangan tidak lagi berada dipihak kita. e-Learning sebagai suatu strategi dan solusi mengakselerasi kondisi yang sedemikian cepatnya menjadi suatu hal yang sinkron, sehingga dapat dikatakan e-Learning adalah senjata yang ampuh untuk diterapkan dalam memenangkan persaingan yang semakin kompetitif di era globalisasi ini (simak tulisan-tulisan lanjutan yang berkenaan dengan topik ini).

e-Learning: Latar Belakang [1]


  1. 1 Ancaman Pembelajaran Konvensional? « Personal Blogs

    […] tulisan-tulisan lanjutan yang berkenaan dengan topik ini) e-Learning: Latar Belakang [1] e-Learning: Peranan dalam Globalisasi [2] e-Learning: Paradigma Pembelajaran Berbasis IT [3] e-Learning: Peranan dalam Manajemen […]




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: