Yang Aku Tahu Tentang CINTA

Yang Aku Tahu Tentang CINTA

Yang Aku Tahu Tentang CINTA

CINTA diawali dari suatu kehendak terdalam dari dalam diri kita dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai dengan apa yang kita inginkan (mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka). Dan bila suatu saat nanti dia menjadi apa yang kita inginkan, itu bukan atas dasar bentukan kita, melainkan ketulusan hatinya yang tergugah dengan cintanya pada diri kita.

Janganlah kau melihat dari paras wajahnya, karena itu bisa menipu.
Jangan pula kau melihat dari hartanya, karena itu bisa sirna.
Pergi dan datangi seseorang yang bisa membuatmu tersenyum, karena senyum riang bisa membuat hari-hari yang kelabu menjadi cerah.
Oleh karenanya, berharaplah kamu pun dapat menemukan seseorang yang bisa membuatmu tersenyum…

Jangan pernah kau ucapkan “selamat tinggal”, jika kamu masih mau mencoba…
Jangan pernah kau menyerah bila kau masih memiliki daya upaya dan kesanggupan…
Jangan pernah kau biarkan dirinya melepaskanmu disaat ia berada dalam genggamanmu…
Jangan pernah kau katakana “aku tidak mencintai kamu”, jika kau tidak bisa melupakannya…

Apa itu CINTA?
CINTA adalah…
Ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli dengannya…
Kamu tidak rela membiarkan dirinya bersedih karenamu…
Pun ketika dia tidak lagi peduli denganmu dengan sikapnya yang acuh tak acuh, kamu masih setia menunggunya dengan setia…
Saat kita merasakan bahwa memang kita-lah yang terbaik untuknya, dan tidak membiarkannya jatuh ke pelukan orang yang kelak akan membuatnya tidak bahagia.

Segala jenis hubungan antara manusia dapat diibaratkan dengan pasir dalam genggaman tanganmu.
Jika pasir itu berada pada telapak tangan yang terbuka, pasir itu akan tetap pada tempatnya.
Tapi, jika kamu mengepalkan tanganmu begitu erat untuk mempertahankannya, pasir itu akan menyembur melalui sela-sela jemarimu. Mungkin pasir itu akan tetap tersisa dalam genggaman tanganmu. Namun, sebagian besar akan terjatuh.
Berpacaran tidak jauh dari perumpamaan yang diuraikan sebelumnya. Jika pasir itu kau pertahankan dengan longgar, dengan menghormati dan “membebaskan” (bukan membiarkannya berselingkuh) pasangan kita, hubungan cinta itu akan senantiasa utuh (langgeng)…
Namun, jika kau menggenggamnya terlalu erat, terlalu memiliki, mendikte segala tindak tanduknya yang kau rasakan berbeda dengan pandanganmu, maka hubungan cinta itu akan terlepas dan hilang, hingga akhirnya kau merasakan pedihnya kehilangan seseorang yang berarti bagimu.

CINTA adalah ketika kamu merasa kehilangan gairah, romantika dan tetap mempedulikannya…
Adapun hal yang paling menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu berjumpa dengan seseorang yang sangat berarti bagimu, dan mendapati kenyataan bahwa pada akhirnya kamu harus melepaskannya karena kamu takut kamu tidak sanggup membahagiakannya.
CINTA bagaikan mawar liar, begitu indah dan tetang, tapi mampu menumpahkan darah demi mempertahankannya.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak pernah mencintaimu, tapi lebih menyakitkan lagi bila kau mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya…

Selang beberapa lama, kau akan memahami perbedaan yang begitu tipis antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa…
Kau pun akan memahami bahwa CINTA bukan berarti bersandar, dan teman bukan berarti aman…
Kau pun akan memahami bahwa hadiah bukanlah janji dan ciuman bukanlah kontrak…
Dan kau pun mulai menerima kenyataan bahwa kamu telah bersalah dan dengan lapang dada mengangkat kepala dan membuka mata sebagaimana orang dewasa, bukanlah kesedihan seorang anak…
Kau akan belajar membangun semua jalanmu dari hari ini, karena tanah hari esok sungguh sulit direncanakan dan penuh dengan ketidakpastian…
Setelah beberapa saat, kau akan memahami bahwa sinar mentari pun akan membakarmu bila berlebihan…
Jadi, apa langkah terbaik yang dapat kau lakukan?
Tanamilah kebun hatimu dan hiasilah ruang jiwamu, janganlah kau menunggu hingga orang lain membawakan bunga untukmu…
Tapi tebarkanlah bunga yang telah kau tanam tersebut dan berilah pada mereka yang mencintaimu setulus hati, jangan kau biarkan dia pergi darimu, karena CINTA itu egois.

CINTA takkan pernah lebih indah jika tidak dimulai dengan persahabatan, yang merupakan sebab-musabab proses berikutnya yang tidak dapat dibalikkan kembali…
Jikalau kau mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama. Satu diantaranya akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang. Begitu juga hukum CINTA itu sendiri, “kau mencari, yang lain yang akan menanti”…

CINTA tetap akan menghampiri kita meski pernah dikecewakan, kepada mereka yang pernah dikhianati, pun kepada mereka yang pernah disakiti hatinya…
Jangan kau takut untuk jatuh cinta. Mungkin akan sangat menyakitkan, mungkin pula kau akan jatuh sakit dan menderita. Tapi jika kamu tidak bijaksana dan menolak mengikuti kata hatimu, pada akhirnya kamu akan menangis, bersedih, dan merasakah kepedihan yang lebih daripada apa yang belum pernah kamu bayangkan.
Mengapa?
Karena pada saat itu, kamu baru sadar bahwa kamu tidak pernah memberi CINTA itu sebuah jalan untuk menggapai hatimu…

CINTA bukanlah perasaan, bukan pula sebuah ucapan “aku mencintai kamu”, tapi sebuah komitmen, karena perasaan itu bisa datang dan pergi begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu padamu.
CINTA pun tak harus berakhir dengan bahagia, karena rasa CINTA memang tidak harus berakhir.
CINTA bagaikan ombak di lautan luas yang kadang pasang, terkadang surut, tapi ombak itu takkan pernah meninggalkan lautannya itu, ia akan hadir kembali dikemudian hari dengan energi yang berbeda.
CINTA sejati mendengar apa yang tidak terkatakan, memahami apa yang tidak dijelaskan, sebab CINTA tidak datang dari bibir, lidah ataupun pikiran, melainkan dari HATI.
Kata-kata manusia terlalu sederhana untuk menjelaskan CINTA maupun RASA CINTA. Kedua hal tersebut terlalu sulit untuk diutarakan dengan kata-kata. Dan jika kamu bijaksana, kamu akan merasakannya meski CINTA-mu tidak mengutarakannya padamu.

Saat kau mencintai, janganlah mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika demikian, kamu tidak mencintai, melainkan investasi.
Jika kau mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan. Karena hanya pengorbananmu itulah yang akan menggenapi kebahagiaan yang kau impikan.
Sebaliknya, jika kamu tidak siap dengan konsekuensi tersebut, maka kamu bukan mencintai, melainkan memanfaatkan…

CINTA mungkin akan dan telah pergi dari hatimu bagaikan gelas yang terjatuh dan pecah berkeping-keping, tapi tancapkan dalam pikiranmu, ada seseorang di luar sana yang bersedia menambal kembali lukamu itu, tidak tertutup kemungkinan orang yang yang telah memecahkan gelas itu yang akan pula membuatnya utuh kembali…

Namun, bila kamu benar-benar mencintai seseorang, janganlah kau langsung melepaskannya. Bila dia tidak membalasmu, mungkin dia di tengah kebimbangan, keraguan dan pencarian. Jangan pula kau mempercayai bahwa melepaskannya berarti kamu benar-benar mencintai tanpa suatu “balasan”.
Alih-alih, mengapa kamu tidak berjuang untuk CINTA-mu? Mungkin saja itulah CINTA SEJATI-mu…

CINTA adalah ketika kau membawa serta perasaan, kesabaran, dan romantika dalam suatu hubungan dan pada akhirnya kau menemukan kau peduli dengannya…
Jangan kau mencintai seseorang bagaikan bunga, karna bunga kan layu dan mati kala musim berganti.
Jangan pula kau mencintai seseorang dan takut untuk mengenalnya lebih mendalam dan mempertahankannya karna kau merasa bahwa kau memiliki banyak kekurangan dalam dirimu yang kau perkirakan akan menjadi suatu kendala bagi hubunganmu di masa mendatang. Alih-alih jadikanlah kekurangan tersebut menjadi kekuatan untuk mempersatukan CINTA-mu dengan HATI-mu…
Cintailah CINTA-mu layaknya sungai, karna sungai mengalir selamanya.

Ada kalanya orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan CINTA-nya padamu. Karna ia takut kau berpaling dan memberi jarak.
Pun ada kalanya orang yang paling mencintaimu adalah orang yang paling sering membuatmu kecewa. Karna ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menggapai CINTA-mu itu.
Hanya saja, bila suatu saat ia pergi, pada akhirnya, kau pula yang akan menyadari bahwa ia adalah cinta yang tidak kamu sadari.
Maka, mengapa kau tidak mengungkapkan bahwa kau benar-benar mencintainya? Kendati kau tak tahu apakah CINTA itu ada juga padanya.
“Jangan takut untuk mengatakan jikalau kamu mencintai dia!!!”

Mungkin Yang Di-ATAS menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum pada akhirnya kita menemukan orang yang tepat. Jadi, bila kita pada akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita kan menyadari betapa berharganya anugerah tersebut…

Hal yang paling menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu telah bertemu dengan seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Atau mungkin pula kamu yang sengaja untuk melepaskannya dan membiarkannya melupakanmu, meski di luar sana ia tidak pernah benar-benar melupakanmu.

Hanya perlu 1 menit untuk merapuhkan hati dan perasaan seseorang,
1 jam untuk menyukai seseorang,
1 hari untuk mencintai seseorang,
tapi, butuh seumur hidup untuk melupakan seseorang…

CINTA itu memang penuh warna…
Merah, kuning, kelabu, merah muda dan biru layaknya balon…
Merah, kuning, hijau di langit yang biru layaknya pelangi…
Tapi CINTA tetaplah CINTA, yakni WARNA yang penuh dengan pesona dan keajaiban dalam kehidupan…

CINTA itu bila dicari akan makin sulit ditemukan.
CINTA berada di lubuk hati ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Karna pengharapan dan keinginan yang berlebih akan CINTA, justru akan mengakibatkan kehampaan, akibatnya, tidak ada satupun yang didapat sedangkan waktu terus bergulir dan tidak dapat diundur kembali.
Jadi, terimalah CINTA itu apa adanya, dan jangan kau pertanyakan mengapa kamu mencintainya ataupun mengapa ia mencintaimu, karna CINTA SEJATI tidak memiliki alasan untuk menunjukkan “RUPA ASLI”-nya.

Jika kau memancing ikan, setelah itu ikan itu terlekat di mata kail, hendaknya kau mengambil ikan itu. Jangan kau lepaskan ia kembali ke dalam air begitu saja, karena ia akan sakit karena tajamnya mata kail-mu, dan mungkin ia akan menderita selagi ia hidup. Begitulah juga setelah kamu memberi begitu banyak pengharapan pada seseorang. Setelah ia mulai menyayangimu, hendaknya kamu menjaga hatinya, dan bukan membuatnya murung dan bersedih. Janganlah kau meninggalkannya begitu saja, karna ia akan terluka oleh kenangan bersamamu, dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi ia mengingatmu…

Jikalau kau memiliki sepinggan nasi yang kau sadari itu pasti baik untuk dirimu, mengenyangkan dan berkhasiat, mengapa kau berlengah hingga mencoba untuk mencari makanan lainnya? Terlalu mengejar kelezatan hingga lupa segala-galanya, kelak nasi itu akan basi dan kau tidak dapat memakannya lagi, dan kau pun kan menyesalinya…
Begitu pula jika kau telah bertemu dengan seseorang, yang pasti dan akan membawa kebaikan padamu, menyayangimu, mengasihimu. Mengapa kau berlengah dan terus membandingkannya dengan orang lain? Terlalu mengejar kesempurnaan (tanpa menolelir perbedaan-perbedaan yang ada) kelak akan membuatmu kehilangan dirinya, dan apabila akhirnya dia menjadi milik orang lain, kau pun yang akan menyesal kelak…

CINTA tidak diukur dari berapa lama kalian bersama, ataupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu mengisi satu sama lain dan membuat hidup menjadi berkualitas.

NOTE: Kudedikasikan pada wanita yang paling kucintai di dunia ini, yang akan dan kelak akan kujadikan pasangan hidupku sekali dan untuk selamanya.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: