Movies that Influenced My Personal Life


Hari ini, saya, seorang karyawan berstatus golongan mid-low, harus meeting dengan pejabat teras dari sebuah bank terkemuka. Meeting triwulanan ini selalu dihadiri oleh 2 direktur. Namun, meeting yang biasanya dihadiri oleh Satuan Kerja tempat saya mencari “semangkuk nasi” ini, kali ini dihadiri oleh pejabat eksekutif dari Unit Bisnis.

Meski saya tau dan sadar, suatu saat nanti, saya pasti akan sering bertatap muka dengan direktur maupun owner perusahaan besar. Namun, jarang terlintas dalam benak bahwa saya memiliki kesempatan untuk menyumbangkan tenaga keahlian di suatu Satuan Kerja yang banyak berhubungan dengan Direksi bank swasta nasional terbesar di negeri ini.

Pada awalnya, bertemu dengan pejabat beberapa level di bawah pejabat eksekutif pun, saya merasa sangat grogi, “shaking” begitulah deskripsi pembawaan diri saya. Kadang, saya enggan bahkan lebih suka diam duduk di pojok apabila ada meeting penting (di unit kerja terdahulu [masih di perusahaan yang sama]). Meski meeting tersebut hanya dihadiri oleh 1 orang Ka. Biro, beberapa Ka. Urusan dan rekan-rekan sejawatan lainnya.

Actually, I really don’t expect so much from this company, because, I’m quite happy with what I have right at that time, until someday… One of the most important person in the company told me that “I put lots of hopes on you… why? Because you’re different… there’s something on you that the others don’t have… honestly… there’s so much guys out there that have lots of talents as well as brilliant mind… but such a company like the place we’re working right know, do really need lots of people that working by heart… just remember that there’s so much people out there that can make up the face of this world… but not many that able to change the face of this world…”

Awalnya, saya anggap semua itu hanya lelucon, bagaimana tidak, seorang dengan keahlian rata-rata seperti saya ini bisa “disanjung” demikian… bahkan saya rasa beliau “maaf” salah menenggak obat di pagi hari, hingga di siang harinya mengucapkan hal yang “salah” yang seharusnya diutarakan ke orang lain. Lagipula, saya bukanlah seorang lulusan dari perguruan tinggi prestisius, pun saya bukan seorang tamatan Magister (setidaknya hingga sekarang). Singkat kata, tralu banyak hal yang kontradiksi dengan kenyataan.

Mungkin ada benarnya, film yang kita tonton akan sangat mempengaruhi gambaran kita akan diri kita sendiri. Meski film hanyalah sebuah hal fiksi (kendatipun non-fiksi, tentulah banyak bagian yang telah “dibumbui”), namun, apabila pemilihannya tepat dan ditonton di saat yang tepat, pun di saat suasana hati yang tepat,… hasilnya luar biasa.

Salah satu film yang menurut saya cukup menarik adalah “3 Idiots”, well.. karena hingga saat ini, saya masih merasa bahwa saya termasuk Idiots diantara orang-orang pandai yang saya temui sehari-hari, dimanapun kaki ini melangkah. Cukup banyak kisah menyentuh. Inti dari film ini, bila anda ingin sukses dalam hidup, janganlah mengejar kesuksesan itu, tapi belajarlah menjadi “orang yang berbesar hati”, mau mengakui keterbatasan diri dan belajar dari segala kesalahan dalam hidup, hingga suatu kondisi kita laik untuk dinyatakan “lulus ujian” (kehidupan).

Film lain yang sangat menyentuh adalah “Source Code”. Dari film ini, saya belajar, kendatipun tubuh ini sudah tidak dapat lagi diandalkan karena sesungguhnya yang tersisa di dunia ini hanyalah “pikiran” dan detak jantung (menjelang detik-detik terakhir), kita tidak boleh putus asa untuk terus mencoba memberikan yang terbaik bagi lingkungan kita. I mean, if not us, then who else that would make the face of this world better for the sake of human kind. This world is not our truly property… but we live in this world for the sake of better reason, to learn, to share, and to encourage others for better living.

Ada lagi, trilogy “Lord of the Ring”. Wow, film spektakuler ini sungguh mengandung banyak scene yang menggugah hati, sarat akan pesan kemanusiaan yang tinggi. Persahabatan, keberanian (membela kebenaran), perjuangan (demi makhluk dari berbagai ras), pengorbanan (tanpa letih), dan lain-lain. Meski Frodo berbadan kecil (karena ia dari ras Orang berbadan Kerdil), namun, ia sanggup menghadapi cobaan berat dari Cincin yang berhawa jahat (lambang dari sisi gelap kehidupan manusia). Pada akhirnya, hanya “terang” lah yang sanggup menyapu kegelapan.

Lainnya, “Red Cliff 1 & 2”. Kisah yang berlatar Perang Tiga Negara (Sam Kok) di negeri China. Tokoh yang saya kagumi di film ini adalah si ahli strategi Zhuge-Liang. Ia adalah seorang yang fenomenal, tidak biasa di zamannya. Meski ia sangat-sangat genius dalam berbagai hal, terutama ilmu astronomi & cuaca dan militer (seni perang), ia tidak pernah berjuang untuk orang-orang dari negeri Shu-Han, demi memperoleh kekayaan / usaha-usaha memperkaya diri. Ia memihak Shu-Han ketimbang negeri Wei (Chao-Chao) karena ia merasakan kebaikan hati Liu-Bei. Zhuge-Liang bisa saja memihak negeri lain dan mendapatkan posisi yang jauh lebih prestisius dengan kekayaan yang jauh lebih berlimpah, tapi faktanya, ia tidak melakukannya.

Film yang agak ringan, yang saya tonton hari ini, yang cukup lucu, namun menyentuh adalah “Taekwondo – Spin Kick”. Ini bukan film box-office, tidak sehebat film-film yang telah saya sebutkan di atas. Tapi, film ini laik ditonton karena pesan moralnya yang indah. Dari film ini, saya belajar, meskipun betapa rendahnya status hidup kita akibat dari perbuatan terdahulu kita, hal itu bukanlah akhir dari segala scenario “film kehidupan”. There’s always a chance for us to improve ourselves to be a better person, even our society considering us as a garbage. In fact, we do have a chance to achieve the ultimate price in our life, to win over ourselves.

All of these things (the movies, etc), with or without realizing on it, do have lots of impacts in my life. Its really influence my life deeply. As my father have said, “I’ve put lots of words in this diary (book of life), it is now your turn to write down your own story”. Guess what? Kata-katanya mirip film “Lord of the Ring”… hehehe… who cares… Anyway.. next time if you watch a movie, consider the genre of the movie is suitable for your own self-development. In my humble opinion, movie do have lots of impact in our live.


  1. Zhendy

    MANtap…. Sangat menginspirasi…




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: