Menilik Bunga Mawar, Memahami Secerca Makna Hidup

Mawar Merah

Mawar Merah

Sungguh indah bunga Mawar, begitu indahnya bunga Mawar hingga ia melenyapkan rasa takut para makhluk yang akan mendekatinya, para makhluk itu tidak lagi takut akan duri-duri di batangnya.

Kumbang berlalu lalang tak henti-hentinya mengambil sari bunga Mawar, begitu pula para wanita begitu besar hasratnya untuk memiliki bunga Mawar tersebut sebagai ungkapan cinta.

Bagaikan keindahan bunga Mawar, demikian halnya tubuh manusia yang begitu kompleks dan memiliki misteri bagaikan bunga Mawar.

Mereka yang optimis akan menganggap tubuh ini layaknya bunga Mawar yang begitu indah. Di lain pihak, bagi mereka yang pesimis, raga ini selayaknya duri-duri penghalang. Ada pula pula yang menganggap raganya layaknya bunga Mawar yang menawan lengkap dengan duri-duri tajam di batangnya.

Tak disadari hidup kita yang tak begitu panjang ini telah membuat alam pikiran kita terjerat oleh kemelekatan akan kecantikan. Lihatlah mereka yang tergila-gila akan keindahan bunga Mawar. Bila saja mereka memahami, kendatipun sangat indah bunga Mawar itu, ia pun takkan luput dari sifat layu akibat termakan waktu. Demikian halnya dengan kecantikan raga itu sendiri, ia pun tak dapat dipertahankan selamanya, karena memang demikianlah sifatnya, tiada kekal.

Demikian halnya ada orang yang begitu merasa takut bahwasanya duri-duri tajam akan membahayakan dirinya, orang itu memutuskan untuk memotong duri-durinya, untuk mendapati bahwasanya ia hanya menyiksa dan menelantarkan tubuhnya sendiri. Penderitaan tidak datang dari tubuh ini, juga bukan datang dari luar tubuh ini. Hakekat penderitaan itu sendiri tidak lain berasal dari alam pikiran yang telah dipenuhi kemelekatan yang tak pernah dapat terpuaskan.

Ia yang telah memahami sifat alamiah ini, tidak akan terlena oleh indahnya bunga Mawar, pun tidak akan melekatkan dirinya pada sifat alamiah yang tiada kekal ini (baik bunga Mawar maupun duri-duri di batangnya). Mereka yang melihat kecantikan secara apa adanya kan memahami bahwa sifat ini relatif, dan menemukan bahwa sifat absolut itu sendiri hanya dapat dilihat dengan hati nuraninya yang telah tercerahkan.


  1. ahmad ghozaly

    ok, aku maju bersamamu

  2. aqu terbius oleh mawar mu




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: