Antara Blogging, Perjalanan Karir, Prestasi dan Motivasi Hidup

Beberapa bulan ini aku tidak sempat nge-blogging. Banyak faktor yang membuat aku harus menghentikan sementara hobbi terbesar aku ini. Yah, kalau harus jujur, aku rindu nge-blog, hampir tiap denyut nadi aku mengalir darah yang sudah dicemari dengan blog.

Kebetulan neh, aku lagi cukup mood buat flashback mengenai kerjaan aku. Well, buat sobat yang sudi baca neh tulisan yang mungkin agak panjang, bersiaplah untuk bosan, karena aku akan banyak bertele-tele di sini.

Menjelang awal semester akhir, banyak poster lowongan kerja terpasang di kampus. Kebetulan ada satu bank swasta nasional terbesar yang menempelkan poster lowongan. Aku lewat dan membacanya. Saat itu, sempat terlintas di pikiran aku, “kelak aku pasti akan masuk ke perusahaan ini…”. Setelah itu aku ambil kertas yang ada di tas aku, udah rombeng lagi, aku tulis informasi yang aku perlukan untuk melamar ke sana.

Maret 2006, aku memasukkan amplop yang berisi lamaran itu ke kantor pos dan berharap diterima kerja di bank tersebut. Waktu itu, aku hanya melamar posisi kerjaan yang kecil, ngak pernah berharap dapat posisi yang keren, yang penting kerja, aku sudah bersyukur.

Sekitar bulan April atau Mei 2006, aku sempat ditawari kerja oleh kampus aku, kesempatan dapat training oleh salah satu pemain ritel terbesar di negeri ini, pusatnya di Cikokol. Aku lamar ke kampus aku untuk posisi programmer, setelah wawancara dengan CEO-nya, aku disuruh tunggu kabar selanjutnya.

Sekitar bulan Juli 2006, skripsi aku akhirnya kelar juga, mati-matian bikin modul program pakai bahasa Java (ampun deh!). Meski bagi para sesepuh IT, skripsi yang aku buat itu simple, tapi bagi aku itu sudah cukup menghabiskan energi hidup. Topiknya tentang software engineering, aku main-main di pembuatan komponen gunaulang dengan bahasa Java (sekarang udah lupa deh… soalnya ngak kerja di IT lagi).

Bulan Agustus 2006 (kalau ngak salah), aku ujian skripsi, well, hampir semua pertanyaan dosen (ada 3 orang) aku bisa jawab. Simple aja, karena aku tahu banget apa yang aku tulis di skripsi yang aku ajukan untuk diuji. Tapi waktu itu aku ngak yakin bisa dapat “A”. Yang aku tahu, aku sudah berusaha memberikan yang terbaik, semua tergantung keputusan yang di-Atas. Well, “Manusia boleh merencanakan, tapi…, ada Sesuatu yang memutuskannya…”

Menjelang akhir bulan September 2006, aku belum mendengar panggilan dari kampus, pun kabar dari bank. Aku kecewa, aku ngak banyak lamar ke perusahaan manapun. Aku cuma berharap bisa merubah nasibku, masuk ke perusahan impian, mendapat kepastian bukan masa-masa yang penuh dengan terawang. Akhirnya, orang tua aku mengenalkan aku ke koleganya, yang kebetulan buka usaha spare-part AC mobil di Petojo. Hari itu aku telepon ke Ibu Manager Keuangan PT SM, hehehe… Cuma inisial aja yah. Aku masuk perusahaan itu waktu awal November 2006.

Ibu Manager Keuangan PT SM merupakan istri dari Direktur PT SM. Aku kesana dengan pakaian rapi, wajah berseri, bawa lamaran, tanpa tes, aku diterima. Kata mereka sih, posisi yang aku duduki adalah kepala audit, gaji yang ditawari tidak lebih besar dari yang kampus aku tawari, standar seorang fresh graduate. Sayang, aku kerja di sana cuma 27 hari, aku ngak betah di sana. Aku tidak mengambil gaji, aku cuma mengambil uang makan saja (anggap aja buat ganti biaya transport).

Selama aku kerja beberapa hari di PT SM, aku dipanggil kampus aku untuk siap kerja, tapi tawarannya terpaksa aku tolak, simple aja, aku udah kerja, kursi yang aku duduki belum panas, tapi sudah mau cabut, ngak etis deh. Maklum, meski aku bukan orang pandai, tapi aku cukup rajin untuk berprestasi. Waktu acara wisuda, aku sempat dipanggil untuk berdiri di podium untuk memberikan sambutan sebagai mahasiswa yang lulus cum-laude. Hehehe, rahasianya, aku selalu kerjain tugas yang slalu diberikan dosen, ngak ngelawan dosen bila ngak perlu, rajin ikut organisasi kampus, plus rajin update pengetahuan. Tapi jujur saja, aku bukan seorang pujangga komputer.

Selama aku kerja di PT SM aku juga pernah dipanggil bank yang tadi aku lamar. Aku diberitahu orang HRD-nya, aku lolos tes. Terus terang saja, tesnya rumit, lama (hampir 5-6 jam), ada ratusan orang yang ikut tes, tapi hanya beberapa puluh yang lolos untuk saringan lanjut. Banyak peserta tes dari universitas (negeri) yang sangat terpandang. Aku khawatir, insan kecil seperti aku yang dari universitas swasta yang belum begitu ternama (kala itu), ngak bakal bisa lolos.

Well, aku dipanggil ke sebuah gedung di bilangan Sudirman sehabis aku kerja di PT SM (sore hari), aku ke lantai 6 untuk interview dengan Adviser bank tersebut. Sayang, karena aku udah kerja, aku sengaja memberikan jawaban yang membuat Adviser tersebut enggan untuk menerima aku di bank tersebut. Maklum, aku kecewa sih, jeda waktu antara aku melamar hingga test dan dipanggil sangat lama sekali, aku jadi rada ill-feel deh.

Akhirnya aku ngangur 1 bulan (selama Desember 2006). Waktu ngangur, aku melamar ke PT FUS, perusahaan IT yang bergerak dibidang jasa outsourcing services. Per Januari 2007 (aku masuk sebagai karyawan percobaan selama 3 bulan), April 2007 aku resmi jadi karyawan kontrak di perusahaan tersebut. Selama di perusahaan tersebut aku jadi mengenal yang namanya blogging itu apa.

Februari 2008, aku kerja di sebuah perusahaan lokal yang menyediakan jasa IT, bulan itu, aku harus pindah kantor ke bilangan Gatot Subroto, tepatnya disamping Planet Hollywood. Well, kebetulan aku “ditempatin” di perusahaan multinasional asal Belanda.

Aku ditempatkan di sana untuk proyek ERP dengan memakai produk SAP. Di perusahaan ini, aku jadi mengerti banyak hal, mengenai manufaktur, distribusi, strategi perusahaan, perencanaan, dan lainnya. Pokoknya luar biasa deh. Perusahaan ini kebetulan dinobatkan sebagai salah satu perusahaan idaman tahun 2005, 2006, 2007 dan (mungkin saja) 2008.

Selama aku kerja di perusahaan multinasional ini, aku belajar banyak kultur dan sistem yang berbeda dengan yang ada di perusahaan lokal biasa. Perusahaan ini sangat mengedepankan IT untuk memenangkan persaingan di antara kompetitor lainnya. Dan memang, untuk pangsa pasar di Indonesia, perusahaan ini adalah nomor 1 dibidangnya.

Juni 2008, aku bergabung dengan bank (yang tadi sudah aku sebutkan) sebagai Analyst. Aku kerja di bilangan Sudirman, sebuah kawasan elite dengan iklim beratmosferkan para eksekutif. Benar-benar penantian yang panjang…, hampir 2 tahun lamanya aku menunggu. Akhirnya, aku bisa masuk ke salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar 10 perusahaan idaman tahun 2005, 2006, 2007 dan (mungkin saja) 2008. Kali ini, tantangan menjadi lebih berat, aku tidak bermain di bidang IT, meskipun dalam proses keseharian aku memakai komputer dan program berbasis web-based. Kini, aku lagi berjuang untuk lolos masa percobaan selama 3 bulan, menjadi karyawan tetap, berkarir sebagai bankir.

Aku ngak pernah tahu apa yang akan aku tulis di lembar-lembar selanjutnya dalam “buku harian” aku mengenai perjalanan hidup ini. Jalan hidup memang sulit diterka, kadang sesuatu yang paling kita benci, pada akhirnya harus menjadi sesuatu yang kita cintai. Yang pasti, tiap lembaran “buku harian” kita itu, pada awalnya putih, kita telah dibekali dengan alat tulis, jadi cobalah kita tulis hal-hal yang bermanfaat di “buku” itu, karena setiap goresan yang sudah kita gurat di atasnya, akan selalu menjadi inspirasi bagi orang di sekitar kita.

Kita tidak perlu menjadi yang paling hebat seperti yang didamba kebanyakan orang, tak perlu menjadi yang TER-, tak perlu terlalu hanyut dan silau akan keberhasilan kita di masa lampau, cukup dengan selalu berusaha berbuat yang terbaik, menganggap hari esok adalah (mungkin) hari terakhir bagi kita. Dengan begitu, kita akan selalu menghargai setiap waktu yang sudah kita jalani, berkarya sebaik mungkin. Aku yakin, setia pada perkara kecil akan banyak membawa keberuntungan pada kita untuk melangkah ke gerbang kesuksesan. What about You?


  1. 🙂 lg jalan2 di google eh nemu ini blog, lilis tertarik & jadi penasaran, akhirnya mampir trus baca2 dech. Cerita kamu ups anda bener2 unik aja d mata lilis ksimpulan d benak lilis anda pribadi yang unik dgan sejuta talenta🙂

  2. Wuihhh dia ngeblog lg..serem😀
    Welcome back sir..

  3. @yogi: bisa aja lu, lu jg serem ampe ud jd wirausahawan skarang…

  4. sfizanny

    Lam kenal bosz. . . Hehehe, . . .
    Sya jga pgn bsa krja di it . .




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: