Kriptografi: Algoritma Dasar [3]

Algoritma kriptografi sebenarnya cukup sederhana. Sesungguhnya algoritma kriptografi merupakan suatu penerapan fungsi matematis terhadap plaintext (data atau informasi yang sesungguhnya) atau ciphertext (data atau informasi yang telah disandikan). Semisalnya suatu data atau informasi (pesan) disimbolkan dengan P. sedangkan pesan rahasia disimbolkan dengan R, yang dapat berukuran sama (jumlah bit yang sama dengan P) ataupun tidak sama dengan P (jumlah bit berbeda dengan P, dikarenakan adanya algoritma penambahan bit data). Suatu fungsi enkripsi (penyandian ke ciphertext) dinyatakan sebagai e dikenakan terhadap P agar menghasilkan suatu pesan rahasia R dengan menggunakan key enkripsi K1, yang dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut:

eK1(P) = R

Sedangkan dalam proses dekripsi, fungsi dekripsi d dikenakan pada pesan rahasia R dengan menggunakan kunci dekripsi K2 untuk menghasilkan pesan terbuka P, yang secara matematis dapat dinyatakan secara berikut:

dK2(R) = P

Untuk proses enkripsi dan dekripsi berlaku suatu hubungan matematis sebagai berikut:

dK2(eK1(P)) = R

Kriptografi: Sejarah Perkembangan [2]




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: