Cyberlaw: Perlukah? [3]

Beberapa pakar dibidang telematika lebih cenderung mengaitkan cyberlaw dengan dunia internet (dunia maya). Jika dilihat dari segi jumlah pengguna internet di Indonesia, memang relatif masih sedikit. Sehingga, timbul pertanyaan dari berbagai pihak, apakah cyberlaw dibutuhkan di Indonesia?

Pada pernyataan sebelumnya, cyberlaw diidentikkan dengan hukum yang berlaku di dunia internet. Akan tetapi, apabila kita melihat bentuk penerapan cyberlaw di negara tetangga kita, yaitu Malaysia, cyberlaw adalah untuk cybercrime (kejahatan cyber). Patut ditekankan di sini, cybercrime (pada negara ini, Malaysia) tidak hanya mencakup segala aspek kejahatan/pelanggaran yang berhubungan dengan internet. Akses secara tak terotorisasi pada material komputer, adalah termasuk cybercrime. Hal ini berarti, jika saya memiliki komputer dan anda adalah orang yang tidak berhak untuk mengakses komputer saya, karena saya memang tidak mengizinkan anda untuk mengaksesnya, tetapi anda mengakses tanpa seizin saya, maka hal tersebut termasuk cybercrime, walaupun pada kenyataannya komputer saya tidak terhubung dengan internet.

Lebih lanjut, akses yang termasuk pelanggaran tadi (cybercrime) mencakup segala usaha untuk membuat komputer melakukan/menjalankan program (kumpulan instruksi yang membuat komputer untuk melakukan satu atau sejumlah aksi sesuai dengan yang diharapkan pembuat instruksi-instruksi tersebut) atau data dari komputer lainnya (milik pelaku pelanggar) secara aman, tak terotorisasi, juga termasuk membuat komputer korban untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh pelaku pelanggar tadi. Usaha-usaha yang telah disebutkan di atas, akan dikenakan ganjaran denda sebesar lima puluh ribu ringgit dan atau hukuman kurungan/penjara dengan lama waktu tidak melebihi lima tahun sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tersebut (Malaysia).

Di negara kita (Indonesia), memang hingga tulisan ini dibuat belum terdapat konsensus mengenai cyberlaw. Akan tetapi, bukan berarti hal tersebut tidak dapat diterapkan. Suatu perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi telah banyak memberikan contoh-contoh penerapan cyberlaw tersebut secara konkrit, walaupun dalam batasan-batasan yang berlaku berkenaan dengan kegiatan-kegiatan perusahaan tersebut, misalnya: perusahaan membatasi karyawannya untuk memanfaatkan sumber daya perangkat teknologi informasi yang ada di perusahaan tersebut, kontrak-kontrak dalam transaksi yang berhubungan dengan produk-produk teknologi informasi, tata cara klaim yang harus dipatuhi oleh pelanggan yang memakai produk yang dihasilkan perusahaan tersebut, ketentuan-ketentuan mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh karyawan dalam perusahaan tersebut dan masih banyak lainnya.

Cyberlaw harus diterapkan secara dinamis, tidak statis, seperti halnya kemajuan dalam perkembangan teknologi informasi yang begitu dinamis. Kian hari, selalu ada hal baru yang terkadang membuat kita sebagai pengguna dari produk hasil perkembangan teknologi tersebut terkesan kuno. Oleh karenanya, ketentuan yang tercakup dalam undang-undang cyberlaw hendaknya selalu relevan dengan perkembangan yang terjadi seiring dengan perkembangan teknologi itu sendiri. Ia harus bersifat generalis (umum) dan tidak terlalu spesifik, tetapi sanggup dan memiliki kekuatan legitimasi hukum yang kuat dinilai dari setiap kata yang termaktub dalam rancangan undang-undang yang kelak akan dijadikan undang-undang tersebut (simak tulisan-tulisan lanjutan yang berkenaan dengan topik ini).

entri sebelumnya: Cyberlaw: Apa Sih? [2]


  1. 1 Cyberlaw: Ruang Lingkupnya [4] « Personal Blogs

    […] sebelumnya: Cyberlaw: Perlukah? [3] Explore posts in the same categories: […]




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: