e-Learning: Peranan dalam Manajemen Pengetahuan [4]

Sebuah perusahaan yang baik dan mantap, haruslah mempunyai suatu sistem yang mengelola pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki oleh setiap individu yang bekerja pada perusahaan tersebut. Apabila hal demikian telah terpenuhi, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki sistem manajemen pengetahuan yang baik.

Sebuah sistem manajemen pengetahuan yang baik akan meliputi suatu sistem penyimpanan (repository) informasi dan pengetahuan. Sumber informasi dan pengetahuan tersebut berasal dari pengetahuan yang telah dimiliki perusahaan tersebut secara internal, yang kemudian dikembangkan dan dihubungkan dengan sumber-sumber eksternal lainnya seperti dari pemerintah dan dunia industri.

Sistem manajemen pengetahuan juga mencakup jaringan distribusi serta prosedur penyaluran informasi/pengetahuan tersebut kepada setiap individu di dalam perusahaan tersebut baik yang sedang maupun yang akan memerlukannya sehingga pengetahuan yang telah dipelajari dapat digunakan lagi dan lagi (reuseable/guna ulang).

Dalam pengimplementasian sistem ini, e-Learning merupakan sebuah alat yang ampuh untuk lebih memberdayakan sistem ini. Dikatakan demikian, karena dengan adanya e-Learning, proses pengaksesan informasi yang telah terekam dapat dilakukan dari tempat yang jauh dari perusahaan tempat kerja. Sehingga e-Learning tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator juga sekaligus mempermudah mereka (para karyawan perusahaan tersebut) untuk terus belajar dari pengalaman mereka sebelumnya yang telah direkam dan didokumentasikan serta tersimpan dalam repository.

Pengaktualisasian e-Learning sebagai strategi dan solusi untuk meningkatkan dampak sistem manajemen pengetahuan, telah menimbulkan efek yang menguntungkan dalam strategi pemangkasan biaya fasilitas yang harus dikeluarkan perusahaan. Hal ini, karena perusahaan tidak harus memiliki kapasitas ruang kantor yang besar, karena ruang-ruang yang diperuntukkan sebagai tempat pelatihan dapat diperkecil atau bahkan ditiadakan bila kegiatan aktualisasi e-Learning sudah menjadi suatu kebiasaan perusahaan (corporate culture) yang tertanam dengan baik di setiap lini internal perusahaan. Pengurangan ruang-ruang tempat pelatihan berarti pemangkasan biaya sewa dan perluasan ruang kantor/perusahaan.

Selain itu, penerapan e-Learning dalam sistem manajemen pengetahuan memposisikan organisasi/perusahaan sebagai kontributor kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini, memungkinkan organisasi/perusahaan (bagi bergerak dibidang pendidikan dan pelatihan) untuk mengembangkan peserta didiknya yang memiliki keterbatasan fisik (orang cacat fisik), orang tua lanjut usia, maupun anak-anak kecil untuk terus mengembangkan maupun memperbaharui pengetahuan mereka, tentu saja tanpa harus menyita waktu ataupun membebani aktivitas mereka sehari-hari.

Untuk perusahaan/organisasi yang mengarah kearah komersialisasi, agar perusahaan tersebut dapat sukses mengimplementasikan e-Learning sebagai upaya yang mengarahkan perusahaan sebagai organisasi pembelajar (learning organization), harus selalu menekankan tujuan bisnis yang jelas, karena hal tersebut merupakan kunci sukses dalam mengidentifikasikan pengetahuan seperti apa yang penting bagi perusahaan tersebut dan juga bagi para karyawannya. Selain itu, juga perlu diidentifikasi tentang jenis pengetahuan apa yang perlu dipelajari oleh para karyawannya sehingga dampak pengimplementasian e-Learning ini akan terasa sekali meningkatkan kinerja perusahaan dan menghasilkan laba sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh manajemen.

Pembelajaran merupakan jantung dari suatu perusahaan atau individu dalam mengembangkan kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan yang selalu mengalami perubahan dengan cepat. Pembelajaran merupakan strategi dan sekaligus sebagai solusi bagi suatu organisasi/perusahaan maupun individu untuk beradaptasi dan mengambil tindakan yang efektif untuk menciptakan keunggulan daya saing.

Dengan sistem e-Learning yang dimanfaatkan secara tepat guna, suatu organisasi/perusahaan dapat dengan cepat meningkatkan efisiensi dalam mereplikasi pengetahuan yang telah berhasil dikuasai dan dipelajari di suatu bagian ke seluruh sendi tubuh organisasi/perusahaan yang lainnya. Replikasi secara cepat ini sangat penting dalam memastikan bahwa perusahaan tidak lagi berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama dan harus kembali lagi mempelajarinya dari awal, serta informasi pengetahuan menjadi tidak terisolasi dalam suatu bagian-bagian individu-individu dalam suatu organisasi/perusahaan.

e-Learning memberdayakan salah satu karakteristik yang berguna dari pengetahuan, yaitu sekali diciptakan kemudian disimpan. Dengan demikian, akan sangat mudah untuk direplikasikan ke seluruh bagian organisasi/perusahaan (simak tulisan-tulisan lanjutan yang berkenaan dengan topik ini).

(simak tulisan-tulisan lanjutan yang berkenaan dengan topik ini)
e-Learning: Latar Belakang [1]
e-Learning: Peranan dalam Globalisasi [2]
e-Learning: Paradigma Pembelajaran Berbasis IT [3]


  1. liang

    ah anda bsa aja kyak gak kenal aja..!

  2. Kami akan menyelenggarakan forum diskusi pada tanggal 28 November 2007. Untuk informasi detail silahkan mengunjungi blog kami.

  3. elan perwira

    ide bagus tuh e-learning untuk perusahaan yg pingin SDMnya terus maju.




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: