Kriptografi: Latar Belakang [1]

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi telah mengarah ke konvergensi, dengan menggunakan komputer, kita dapat mengirimkan data jarak jauh dengan waktu relatif cepat dan murah. Data dan informasi berhamburan baik di internet maupun media penyimpanan digital. Dikatakan, data dan informasi yang berhamburan tersebut bisa berguna bagi kita, tetapi dapat pula dipergunakan untuk menghancurkan kita.

Disaat kita sedang menulis surat pada teman yang tinggal di Malaysia, Iran, atau Singapura, kita bisa saja dituduh mentranfer rahasia negara. Disaat kita meng-e-mail teman kita mengenai topik hasil pekerjaan kita, kita bisa saja dituduh membocorkan rahasia perusahaan. Mengetikkan informasi pribadi di piranti lunak pengolah kata atau di buku alamat, bisa saja ada mata-mata (di bidang teknologi informasi) yang nantinya menggunakan informasi ini untuk mem-block e-mail kita.

Akan tetapi, ada hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan informasi pribadi kita, yaitu:
[1] Secara fisik mengamankan komputer kita sehingga orang yang tak berhak tidak dapat mengaksesnya,
[2] Memproteksi sistem komputer dengan password,
[3] Menyingkirkan dokumen-dokumen dan berkas-berkas yang membahayakan diri sendiri, seperti bukti-bukti pelanggaran dan kejahatan,
[4] Mengenkripsi data kita.

Enkripsi yang telah disebutkan di atas merupakan bagian dari ilmu kriptografi yang akan kita bahas selanjutnya.
Saat ini, jarak bukanlah suatu penghalang utama dalam proses komunikasi dari suatu tempat ke tempat lain yang sangat jauh. Data dan informasi yang kita kirimkan itu menggunakan jalur transmisi telekomunikasi yang belum tentu terjamin keamanannya. Hal yang sulit dipungkiri adalah data atau informasi yang kita kirimkan melalui media transmisi itu dicuri atau diubah oleh penyadap dan cracker untuk kepentingan tertentu.

Hal yang telah disebutkan sebelumnya, merupakan polemik bagi dunia telekomunikasi terutama dalam pengiriman data penting yang memerlukan kerahasiaan yang tinggi seperti informasi keuangan bank, informasi rahasia negara, informasi intelejen kemiliteran, dan informasi penting lainnya.

Untuk memecahkan masalah di atas, diterapkanlah teknik penyandian yang dikenal dengan ilmu kriptografi. Dengan teknik ini, data atau informasi yang dikirimkan disandikan atau dienkripsi menjadi data rahasia sebelum melewati media transmisi sehingga data itu tidak memiliki arti relevan bagi penyadap dan cracker. Data yang bersifat rahasia tersebut akan diterima oleh penerima dan dapat diubah lagi atau didekripsi ke data asli yang bisa dimengerti isinya (Simak terus tulisan-tulisan lanjutan berkenaan dengan topik ini [Tulisan 1 dari 6]).




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: