Rekreasi Mental

Rekreasi Mental? frase ini cenderung membingungkan orang, setidaknya hal itu muncul ketika anda pertama kali membaca judul blog ini. Namun, sesungguhnya kita tidak asing dengan hal tersebut, sebab mungkin tanpa anda sadari, tiap hari anda melakukan hal yang serupa. Cool

Hingga anda menyadarinya, anda akan menjadikan hal tersebut sebagai bentuk repotitioning diri untuk tetap keep up to date. Loh, mananya yang up to date?

Begini…, ehm Smile

Pernahkah anda sekalian melakukan suatu aktivitas/kegiatan, kemudian orang mengatakan pada anda “Kok, ude gede kelakuannya seperti anak kecil…?”. Kalau pernah, mungkin aktivitas tersebut dapat digolongkan sebagai rekreasi mental. Tetapi, seperti yang saya utarakan tadi ini bisa jadi “mungkin”. Belum tentu pasti!

Suatu aktivitas/kegiatan yang dikategorikan sebagai rekreasi mental adalah aktivitas/kegiatan yang secara efektif (setidaknya dalam frekuensi tertentu) mampu meningkatkan produktivitas dan kreatifitas seseorang. Hal ini yang sering saya alami ketika menjalani kehidupan organisasi semasa di kampus. Begitu banyak permainan yang diberikan oleh senior yang kesannya sepele dan childish (red. kekanak-kanakan), tetapi bila dipahami hakekatnya, semua itu merangsang kinerja otak kanan kita. Bukankah dalam kehidupan sehari-hari, hampir 75% kinerja otak ada di sebelah kiri? Kita cenderung melakukan nalar, logis, kalkulasi, dan tak memberi kesempatan kesempatan bagi otak untuk tampil seolah “terdegradasi”!

Kenyataannya, hal tersebut tidak membantu, alih-alih malah kinerja kita semakin kurang produktif, kita mengalamai sindrom “lelah otak”. Asupan infomasi begitu besar, otak kita telah berubah fungsi tak pelak seperti Harddisk dan meninggalkan fungsi dasarnya sebagai Prosesor. Masyarakat mengagung-agungkan pengetahuan, dengan kalimat knowledge is power, tetapi melupakan ability to learn. Kalau penulis dipaksa harus memilih salah satu di antara dilema itu, penulis lebih prefer kemampuan untuk belajar ketimbang banyak tahu. Telah banyak contoh di sekeliling kita, orang banyak tahu tapi hasil ngak pernah ada. Ini namanya NATO (No Action Talk Only). Lain hal, kemampuan belajar tinggi tapi kurang tahu, ia akan mampu membuat dirinya tahu di tidak tahu-nya.

Sebagai contoh terakhir, akhir-akhir ini penulis mengamati, bagi sebagian orang (tidak seluruhnya), aktivitas bermain game komputer mungkin dapat dikategorikan rekreasi mental. Tetapi…., sekali lagi tetapi…., efek yang ditimbulkan tidak akan pernah sama bagi setiap orang.

Komentar anda, penulis tunggu.Cool




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: