Perfeksionisme Dalam Pekerjaan

Banyak orang salah kaprah dalam mempersepsikan kalimat “Perfeksionisme dalam Pekerjaan“. Perfeksionisme diartikan secara harafiah sebagai sesuatu yang sempurna, dengan demikian kalimat “Perfeksionisme dalam Pekerjaan” akan diartikan sebagai suatu wujud usaha melakukan perkerjaan secara sempurna “total”.

Pada kenyataannya, banyak dari kita berprasangka demikian, dan penulis sempat berpikir demikian pula. Dalam tahap-tahap pembelajaran yang begitu panjang, terutama semasa di bangku kuliah…, Wow, ternyata mindset saya selama ini telah keliru.

Seorang dosen memaparkan dengan begitu jelas bagaimana penerapan kata “perfeksionis” yang sesungguhnya, tanpa membuat orang-orang yang mendengarkan kata tersebut menjadi segan untuk bergaul, berdekatan, berhubungan, ya… what ever -lah.. dengan orang yang digambarkan sebagai sosok yang perfeksionis. Perfeksionisme, tidak hanya bermakna sempurna.

Namun, dibalik semua itu, perfeksionisme lebih mencerminkan sebuah usaha dalam melakukan sesuatu agar sebisa mungkin minim dari tingkat ketidaksempurnaan. Jelas, sempurna itu sulit dijumpai di dunia kita yang tidak sempurna ini. Hal tersebut sangat tergantung dengan kesadaran orang tersebut. Apabila orang tersebut sadar, perbuatan semacam ini akan mengakibatkan dampak yang kurang menguntungkan terhadap pribadi maupun orang lain, maka orang yang perfeksionis akan cenderung untuk melakukan counter action dengan menghindar lalu mencari solusi lain.

Sebagaimana, kita sebagai karyawan, wujud sikap mental perfeksionisme sangat diperlukan untuk memantapkan kinerja perusahaan agar tetap berkembang dan maju, setidaknya tetap eksis. Namun, perlu ditekankan, sikap mental semacam ini, tidak dapat dipaksakan secara langsung, bayangkan saja, suatu sikap perilaku dari kecil sampai dewasa mau dirombak dalam waktu sekian hari… ini rada sulit.

Tetapi, bukan berarti hal ini imposible. Dalam dunia yang definite (red. terbatas) dalam kungkungan alam semesta yang infinite (red. tak terbatas), tak ada yang mustahil, butuh keyakinan dan kemauan, bukankah Perjalanan Ribuan Mil, Dimulai Dari Langkah Pertama? How about You… Cool




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: