Tawaran dari HeadHunter, Terima atau Tidak?

Pagi-pagi, handphone berdering, seorang wanita yang mengaku sebagai headhunter menawarkan posisi yang telah saya geluti selama beberapa tahun, yang bersangkutan menginformasikan bahwa kliennya, perusahaan multinasional elektronik dunia asal negeri Gingseng, sedang membutuhkan tenaga kerja dengan pengalaman seperti yang saya miliki. Terlebih, perusahaan tersebut sanggup menawarkan remunerasi yang cukup menggiurkan.

Perasaan hati bergejolak karena saya baru saja switch unit kerja ke tempat dimana saya harus analisis portofolio kredit secara banking wide. Sebelumnya, rutinitas sehari-hari adalah menganalisa risiko kredit per debitur, baik perorangan maupun perusahaan. Hal yang membuat saya sulit hengkang adalah keberuntungan saya dapat bertemu dengan atasan yang begitu perhatian (berempati).

Lingkungan kerja yang baru ini, meski tidak menawarkan gaji yang super-wah, namun menawarkan suatu atmosfer yang nyaman, diantara sesama karyawan, terasa ada ikatan batin yang erat, saling berempati satu sama lain, tidak ada rasa persaingan yang saling menyudutkan satu-sama lain. Hal ini pun ditawarkan kepada seseorang yang baru bergabung dengan unit ini.

Menilik lagi realita yang ada, kadang hengkang dari perusahaan yang satu ke yang lain, merupakan solusi yang kebanyakan orang ambil dikala mereka menghadapi situasi dan kondisi kerja yang kurang mengenakkan. Namun, perlu kita ketahui, dalam 1 perusahaan besar, atmosfer kerja antara satu divisi dengan lainnya, atau bahkan unit satu dengan unit lainnya, bisa berbeda sangat kontras.

Sungguh, sebelum kita memutuskan diri untuk hengkang ke tempat lain, kita perlu “mengheningkan cipta” sejenak, berpikir dengan kepala dingin, “akankah perusahaan lain menawarkan suasana kerja yang lebih menarik?”, sebab bila tidak, bukankah sama saja kita keluar dari mulut macan, masuk kembali ke mulut buaya?

Akhirnya, dengan kepala dingin, saya teringat pada wejangan salah satu kolega kerja, rekan sekantor, yang kini berkarir di institusi financial multinasional, pesannya “bekerja di tempatmu sekarang ini untuk beberapa tahun mendatang pun tidak akan rugi, meski tawaran gaji di tempat lain lebih besar.. mengapa? Karena seseorang dengan kualifikasi pengalaman kerja > 5 thn di tempatmu sekarang ini, pasti akan sangat dihargai di luar, dengan gaji yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan…”

So, aku beri jawaban ke head hunter tersebut, “maaf bu, saya belum bisa menerima tawaran yang berharga ini, karena saya baru saja merasakan kerja di unit baru, saya tidak mungkin melepaskan kesempatan untuk mempelajari hal baru yang tentu saja makin memperkaya diri saya..”. Lagipula, saya butuh fleksibilitas waktu kerja, mungkin tahun depan, saya akan mengambil S2, tentu saja bila “si pandir” ini harus lulus management trainee yang waktunya tersisa kurang lebih 3 bulan dari postingan ini.




    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.